Bantuan Qatar Masuk ke Palestina, Akhirnya PNS Gaza Terima Gaji

Bantuan Qatar Masuk ke Palestina, Akhirnya PNS Gaza Terima Gaji

Konflik yang ada di wilayah Gaza nampaknya belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan, segala macam bantuan masih diperlukan oleh pihak Gaza. Salah satu bantuan yang akhirnya bisa masuk ke Palestina adalah bantuan dari pemerintah Qatar. Pemerintah Qatar dikabarkan berhasil mengirim uang sebanyak US$15 juta atau setara dengan Rp. 221 juta untuk bisa membantu warga yang ada di jalur Gaza, Palestina.

Bantuan Pemerintah Qatar untuk Gajian PNS Gaza

Perundingan untuk mengirimkan uang tersebut lewat Israel amat alot dan akhirnya baru bisa berhasil dilakukan pada hari Kamis (8/11) pekan lalu, sesudah menunggu berbulan-bulan lamanya.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, hari Senin (12/11) ini, uang bantuan dari pemerintah Qatar tersebut dibawa dalam bentuk tunai oleh perwakila Qatar untuk Jalur Gaza. Perwakilan Pemerintah Qatar tersebut adalah Muhamad Al-Armadi. Seluruhnya pasalnya ditempatkan dalam 3 koper yang ukurannya besar-besar.

Menurut Amadi, uang tersebut akan dipakai untuk membayar gaji pegawai-pegawai negeri sipil yang ada di Jalur Gaza dan juga membeli berbagai macam kebutuhan masyarakat setempat misalnya saja obat-obatan, makanan, dan juga membayar bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.

Mendengar adanya kabar tersebut, tentu saja pada abdi negara yang ada di Jalur Gaza sangat lega. Bahkan mereka rela untuk mengantri di beberapa kantor pos untuk bisa mengambil gaji mereka. bahkan Hamas yang mana mengendalikan Jalur Gaza juga memerintahkan tiap-tiap kantor pos togel online tetap buka selama akhir pekan lalu.

“Kebijakan Qatar untuk bisa mendukung terus Palestina ini tidak perlu lagi diragukan,” ungkap Amadi.

Sementar itu, Abdul Latif al-Qanua, juru bicara Hamas, menyatakan sangat senang akhirnya bantuan dari pemerintah Qatar bisa sampai dengan selamat. Bagaimana tidak, sebelumnya ada negosiasi yang amat sangat alot selama berbulan-bulan untuk menyalurkan bantuan uang tersebut. menurutnya, uang tersebut akan dipergunakan untuk membayar gaji para PNS setempat dan juga membeli obat-oabtan untuk korban-korban luka dalam unjuk rasa yang ada di perbatasan dengan Israel.

Perundingan untuk memberikan bantuan ke Jalur Gaza pasalnya sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. tidak lama setelah otoritas Palestina tepatnya memutuskan memangkas gaji para PNS yang ada di Gaza pada tahun lalu. hal tersebut terpaksa dilakukan untuk bisa menekan Hamas yang ketika itu masih bersengketa dengan Fatah, pesaing politiknya.

Pada bulan Juni 2018 lalu, Avidgor Lieberman, Menteri Pertahanan Israel, dan juga Muhammad bin Abdulrahman al-Thani, Menteri Keuangan Qatar, bertemu tepatnya di Cyprus untuk membicarakan tentang pengiriman bantuan tersebut. kelompok sayap kanan Israel yang mana diwakili oleh Naftali Bennet, Menteri Pendidikan sangat amat menentang rencan tersebut. ia menuding bahwa Perdana Menteri, Benyamin Netanyahu bersikap sangat lembek pada Hamas.

“Saya melakukan semuanya yang saya bisa, berkoordinasi dengan militer untuk bisa menenangkan penduduk di selatan Israel. Namun juga untuk mencegah bencana kemanusiaan tersebut, ini proses. Saya rasa saat ini adalah langkah yang sangat tepat,” ungkap Netanyahu.

PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) juga menolak langkah Qatar dengan memberikan bantuannya ke Gaza. Alasan mereka hal tersebut bakal memperuncing perbedaan mereka saja dengan PLO. “Cara Qatar membantu Hamas seperti mafia dan penyelundup. Sejak kapan Israel ini peduli dengan Hamas?” kata anggota Komite Eksekutif PLO bernama Ahmad Majdalani. Namun ada juga pihak yang mendukung pemerintah Qatar yang memberi bantuan untuk Jalur Gaza itu.

No Comments, Be The First!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.