Merpati Airlines Akan Kembali Beroperasi di Tahun 2019

Merpati Airlines Akan Kembali Beroperasi di Tahun 2019

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang mana berhenti dari operasinya pada tahun 2014 silam dipastikan akan kembali lagi beroperasi pada tahun 2019. Rencana ini menyusul pelaksanaan restrukturisasi dan juga revitalisasi perusahaan tersebut. sebelumnya, perlu diketahui bahwa Merpati menghentikan operasinya sejak tanggal 1 Februari 2014 silam dikarenakan alasan kesulitan finansial.

Akan Kembali Beroperasi di 2019

Asep Ekanugraha, Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, mengatakan bahwa penerbangan perdana bakal dilakukan tahun depan, tepatnya di Biak, Papua. Ke depannya, Merpati tak akan bermain di segmen maskpai penerbangan dengan tariff rendah (Low Cost Carrier/LCC). Merpati juga mengatakan bahwa mereka akan menyasar penerbangan yang ada di wilayah Indonesia Timur dan juga berpotensi membuka rute ke luar negeri.

“Rencana perusahaan di saat dimulainya operasi penerbangan tahun depan bakal dilakukan di Biak, Provinsi Papua, yang mana selama ini merupakan salah satu basis utama Merpati,” ungkap Asep yang dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (11/11).

Sejak perusahaan Merpati Airlines tak beroperasi, manajemen perusahaan mengklaim bahwa mereka terus membenahi permasalahan internal, salah satunya adalah menyelesaikan hak karyawan yang mana tak digaji selama beberapa waktu lamanya. Ia juga mengaku bahwa manajemen terus meyakinkan pemerintah dan pihak swasta untuk bisa berinvestasi supaya Merpati dapat beroperasi lagi.

Menurutnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan dan juga investor togel singapura swasta sendiri menilai Merpati perlu kembali lagi beroperasi, mengingat keberadaannya amat sangat dibutuhkan untuk mengimbangi maskapai swasta yang saat ini ada.

“Sudah ada investor swasta yang bersedia untuk menanamkan modalnya yaitu Rp. 6.4 Triliun untuk bisa mengoperasikan Merpati kembali dan saat ini adalah momentum yang sangat tepat untuk perusahaan berkiprah lagi pada bisnis penerbangan,” ungkap Asep yang saat itu didampingi oleh Dirut PT Merpati Training Centre, Taufan Yuniar.

Optimis Merpati Bisa Kembali Sukses

Ia sendiri mengaku sangat optimis bahwa Merpati dapat bersaing dengan maskapai-maskapai penerbangan yang lainnya yang saat ini sudah ada, mengingat pangsa penerbangan yang ada di Indonesia saat ini masih terbuka sangat luas. Perusahaan nantinya tak mengoperasikan penerbangan memakai pesawat Boeing atau pun Airbus, tapi memakai pesawat produksi Rusia.

Selama ini, pemerintah sendiri mendukung industri penerbangan dengan cara membangun banyak bandar udara yang ada di beberapa daerah. Ada juga 10 destinasi wisata yang jadi prioritas yaitu Danau toba yang ada di Sumatra Utara, Tanjung Lesung di Banteng, Belitung, Morotai di Maluku Utara, Taman Nasional Wakatobi yang ada di Sulawesi Tenggara, Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, Mandalika Lombok di Nusa Tenggara Barat, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Gunung Bromo di Jawa Timur, dan Kepulauan Seribu di DKI Jakarta.

“Kami sudah belajar banyak dari kejatuhan perusahaan dan juga saatnya menatap ke depan yang mana lebih baik. Apalagi selain pemerintah dan juga investor swasta yang mendukung kami, sudah banyak juga perusahaan asuransi yang juga ikut mendorong beroperasinya Merpati lagi,” imbuh Asep.

Sekarang ini, diakui Asep, struktur organisasi baru dari Merpati Airlines sudah selesai disusun. Pihak investor swasta juga memastikan tak meminta jabatan di dalam susunan structural kepemimpinan. Untuk pemerintah, aktivitas dari bisnis Merpati ini bakal memberikan dampak positif pada peningkatan penerimaan pajak dan juga pastinya penyerapan tenaga kerja. Banyak pihak yang mendukung Merpati kembali lagi.

 

No Comments, Be The First!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.